I'm Your Secret Admirer
Kepadamu yang sedang ku gilai,
Mencintaimu dalam diam adalah anugerah terbesar yang Tuhanku berikan. Dia tak ingin aku dalam pengharapan lantas menjadi terluka karena harapanku sia - sia. Namun ku yakini, setiap doa yang ku lafalkan sebelum mata terpejam, dan saat aku mengawali hari bukanlah kesia - siaan. Semoga saja Tuhanmu menjaga indahmu agar masih selalu bisa ku pandangi kapanpun aku ingin.
Akan ada kebisuan yang panjang setelah ku layangkan surat ini. Karena berbicara padamu akan terasa memalu dan memilukan. Karena kau yang ku sebut tak jua paham maksudku. Terkadang hati ini lelah, menggantung pada sebuah pertanyaan besar. Adakah aku dalam benakmu ? Terbersit meski sekelebat. Sudah menjadi penghargaan besar untukku.
Menggilaimu dengan caraku adalah sebuah kesenangan. Kesenangan yang mengobati luka - luka lama. Meski kau tak menoleh, aku tetap akan memanggil. Karena hanya melihat punggungmu saja, seolah surga sedang menaungiku. Tapi belakangan aku mulai kepayahan. Mulai berhenti mengharap keajaiban. Ya ! Dua orang yang saling mencintai adalah keajaiban.
Seharusnya kau menyadari, bahwa kegilaan yang aku lakukan adalah sebab aku menyukaimu. Sangat menyukaimu hingga memandangmu saja membuat keringat - keringat dingin membanjiri pelipisku.
Ku yakinkan diri bahwa cintamu akan datang pada waktunya. Tapi waktu adalah waktu. Ia kuasa atas segala rencana. Aku berpasrah akan semua itu. Namun melepasmu adalah seperti berjalan mundur. Karena aku tak punya mata di balik punggungku, maka akan ku lakukan setapak demi setapak. Mungkin akan sedikit lama. Tapi aku berjanji pergi.
Cegahlah selagi kau ingin. Selagi kau menemukan aku diantara bayangan - banyangan hitam yang mengelilingimu. Selagi kau merasa bahwa aku lah yang selalu membisikkan namamu di setiap doaku. Selagi kau menemukan dirimu sendiri dan selagi aku belum benar - benar pergi.
Aku akan terus menggilaimu. Sampai aku benar - benar gila dengan kegilaan ini.
Psst !
Dariku
Penggemar Rahasiamu
Komentar
Posting Komentar