Dari Kakak Kepada Mama


Ma,
Anggap saja kakak yang menulis surat ini.

Umur kakak sudah 3 tahun, tapi kakak  belum punya cukup  kenangan bersama mama. Mama sedang apa ? Banyak kerjaan ya ma ? Apa ada yang memarahi mama di kantor ? Kakak kangen mama. Maaf ma, kakak tidak pernah menanyakan langsung, kakak takut mama marah karena mengira kakak rewel.

Sedih ya ma, kakak dan adek tumbuh secara terpisah. Tinggal di rumah pengasuh yang berbeda, terkadang membuat kakak lupa bagaimana cara memperlakukan adek. Maaf lagi ma...kadang - kadang kakak harus berbuat ulah, karena mahal sekali untuk mendapat perhatian mama.

Ma, capek ya pulang kerja? Melihat mama kusut, kakak ingin sekali membantu, tapi sepertinya mama sedang tidak ingin di ganggu. Ma, kakak rindu. Mungkin adek juga.

Ma, kenapa melihat handphone terus? Ada apa di sana? Kapan kita bermain ma ?

Setiap hari, kakak menunggu mama pulang mencari uang, agar kita bisa bermain bersama. Untuk apa uang itu ma ? Kenapa mama terus mencarinya ? Kenapa mama pulang begitu larut ?


Ma, maaf kakak tidak bisa menunggu mama pulang. Kakak sudah berusaha terjaga, tapi buaian tangan pengasuh kakak selalu berhasil membuat terlelap. Ma, kakak dan adek besar di pelukan pengasuh. Kakak sehat, dan makan dengan baik. Mama bagaimana?

Maaf kan kakak ma, terkadang impian - impian besar kakak tidak melibatkan mama. Kakak takut, ketika besar nanti mama semakin sibuk dan tidak dapat menemani kakak mewujudkannya.

Ma, kakak minum susu dulu ya... Kalo mama pulang nanti, kita bermain ya ma? Karena ketika kakak dewasa nanti, mungkin saja mama yang akan kehilangan waktu bersama kakak.

Salam Rindu

Kakak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban