Bebal !!!
Selamat pagi,
Malu - malu ku ukir surat ini. Dengan canting berisi perasaan panas, lalu ku batik di atas sembilu. Tak hanya corak indah yang ku torehkan, pun pedih ku.
Ingat 6 hari lalu, ku putuskan untuk beranjak. Ku coba menghapus semua mu dari kepala. Bohong jika ku bilang itu mudah ! Nyatanya aku harus sakit jua lelah. Menanam ikhlas itu sulit rupanya. Lalu ku coba yang termudah, mencintaimu tanpa harap.
Kemudian ku sadari, aku salah. Aku bukan ibumu yang dapat memberi tanpa harap kembali. Pun aku bukan surya yang menyinari dunia. Meski setitik, aku berharap memilikimu. Aku kesal ! Gadis bodoh ini sungguh bebal !
Bukan hanya jatuh yang ku alami. Kini ku harus merangkak untuk menyelami. Bergerilya sediam mungkin agar kau tak tahu dan lantas menjauhiku. Sekarang Sirostratus dan Sirokumulus membenciku. Lalu altostratus mencibirku. Gadis plin - plan ini kehilangan kawan. Tapi angin menguatkan. Cinta tak segampang itu berubah haluan.
Aku masih melihatmu dari jauh, bersama air mata dan jua keluh. Mulut ini masih terus meneriakkan namamu. Berharap kau berbalik lalu menyambutku. tapi aku hanyalah debu, yang tak terlihat di matamu. Bahkan jika terlihat pun, kau akan segera mengambil sapu untuk melenyapkanku.
Maaf, aku begitu mengganggu, berkali ku ingatkan pada diriku, bahwa kau tak ingin aku. Tapi aku tak tahu malu. Biar saja si bebal ini tanggung akibatnya. Bila nanti harus jatuh lagi dan terluka.
Kau, lakukan saja yang kau suka. Seperti biasa...
Dariku,
Yang katanya sudah jengah
Komentar
Posting Komentar