Yang Sudah Beranjak Dari Ujung Bangku

Surat ini membuatku mengetik lalu menghapus lagi kata sapaan untukmu berulang - ulang. Aku bingung harus bagaimana menyapamu meski hanya dalam surat.

Sudahkah bahagia ?
Aku yakin sudah.
Karena ketika kau beranjak dari bangku yang kita duduki, kau langsung berlari sejauh - jauhnya.

Hari ini, aku terus memandangi bangku itu. Bangku yang sedikit berdebu namun belum usang. Bangku sederhana yang kaki - kakinya kokoh menopang kita yang terkadang berlocatan di atasnya. Di bangku itu, kita pernah duduk sangat dekat hingga nyaris menempel. Lalu egois yang sangat kuat, menggeser tubuh kita sedikit demi sedikit menjauh. Hingga akhirnya saat itu, kau dan aku berada di masing - masing ujungnya.

Tak mengapa lah, kita masih bisa saling memandang, saling tersenyum, berbicara satu sama lain meskipun membutuhkan sedikit tenaga untuk berteriak. Lalu kesabaran kita mulai aus tergerus dinginnya ketidak percayaan.

Hingga hari itu, kau memutuskan untuk beranjak. Mungkin ada kalimat yang tidak terdengar, ada maksud yang tak ku mengerti. Sebisaku menahanmu untuk tetap tinggal, karena cukup lama kita telah duduk bersama. Tapi ketika aku menggapai tanganmu, tubuhmu berpendar seperti cahaya, lantas bias. Menyisakan tangan kecilku yang kosong menggenggam angin.

Kemudian setelahnya, detik yang bergulir ku buang dengan memandangi ujung bangku yang kosong. Bosan duduk sendiri, aku berdiri, berlari, menari di bawah daun - daun yang bertaburan di musim kemarau, bermandikan butir air mata langit di musim hujan. 

Bangku itu, kelak aku akan duduk kembali di atasnya bersama orang yang ku temui ketika kita sama - sama bosan berlari.

Kau yang sudah beranjak dari ujung bangku, 
Apa kabar ?
Sudahkah kau duduk di bangku yang lain ?
Ataukah kau masih bergerak bebas mengelilingi duniamu ?

Apapun itu ku harap kau bahagia, karena akupun sudah menemukan kebahagiaan baru.


Dariku,

Teman sebangku yang kau tinggalkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S !!!

Begini saja, Aku Pamit !!

Menanggung Pertanggung Jawaban