Khayalan Kecil Si pemimpi
Ada begitu banyak mimpi yang manusia miliki, tidak terhingga malah. Aku si kecil ini punya jutaan yang tersimpan di dalam angan.
Beberapa waktu lalu, pikiranku mulai di usik oleh satu hal. Sahabat -
sahabatku membahas pendakian di salah satu gunung di jawa tengah. Hal
yang belum pernah ku lakukan itu begitu menggelitik di kepala. Insomnia
aku di buatnya. Kepala mulai tegang ketika terpaksa harus ku tampar
diriku sendiri dengan kenyataan. Aku sudah tidak mungkin lagi mendaki.
Beberapa kali aku sempatkan browsing tentang gunung yang sedang
hangat di dalam benakku. Ku pinjam ponsel adikku. Seolah ingin mengobati
kekecewaanku.
Aku perempuan kecil dengan tangan kanan cacat. Tapi aku adalah mantan
petualang. Sebelum akhirnya aku bekerja dan menjual semua waktuku.
Aku begitu jatuh cinta dengan alam. Begitu lekatnya alam mencintai
penjelajahnya. Begitu romantisnya alam menyuguhkan keseksiannya.
Meskipun aku yakin segala penat akan terbayar dengan sentuhan intim
panorama alam, aku tetap harus merengkuh realita. Aku tidak mungkin
kesana.
Kenapa?? Membawa tangan kanan saja repot apa lagi membawa carrier bag
yang beratnya berpuluh kilo. Alamat merepotkan orang lain. Isn't me
....
Tapi ada satu impian yang masih membuatku bimbang. Berharap ada
seseorang yang menyatakan cintanya di puncak gunung
bersamaan dengan sunrise yang menumpahkan semburatnya. Dengan merenggut
bunga seadanya di daerah non vegetasi itu, kemudian seseorang berjongkok
memintaku sebagai pendampinnya. Indah? Apalagi setelah mendaki bersama.
Sungguh kuatnya cinta alam melekat pada kami nantinya.
Tapi mimpi tinggalah mimpi. Aku masih memikirkan betapa merepotkannya
aku nanti. Khayalan itu biarlah hati ini yang memaklumi. Karena sendiri
dalam kesepian selama satu tahun itu membiaskan fatamorgana.
Sekali lagi, semua orang berhak punya banyak mimpi. Juga aku si pemimpi yang hangat bergulat dengan khayalanya.
clown
Not allowed copy picture
or story from this blog without permission.*clown*
Komentar
Posting Komentar